Sejarah ditemukannya goa Jatijajar


 (AuraGunungkidul.com) - Pada beberapa waktu yang lalu repoter AuraGunungkidul melakukan perjalanan ke Goa Jatijajar yang terletak di Gombong, tepatnya di Dusun Trasan, Desa Redisari, Kecamatan Rowokele, Kebumen Jawa Tengah. Goa ini ditemukan pada tahun 1802 oleh seorang petani bernama Jayamenawi yang memiliki lahan pertanian di atas gua tersebut.

Sejarahnya dahulu Jayamenawi sedang mengambil rumput, kemudian jatuh ke sebuah lubang yang ternyata lubang itu adalah sebuah ventilasi yang ada di langit-langit goa tersebut. Lubang ini mempunyai garis tengah 4 meter dan tinggi dari tanah yang berada di bawahnya 24 meter. 

Setelah Jayamenawi menemukan goa ini, tak lama kemudian Bupati Ambal, salah satu penguasa Kebumen waktu itu, meninjau lokasi tersebut. Saat mendatangi goa, dia menjumpai dua pohon jati tumbuh berdampingan dan sejajar pada tepi mulut goa. Dari kisah itulah nama Goa Jatijajar berasal. Pada mulanya pintu-pintu goa masih tertutup oleh tanah. Maka setelah tanah yang menutupi dibongkar dan dibuang, ditemukanlah pintu goa yang sekarang menjadi pintu masuk. 



Hal yang mengejutkan adalah di dalam goa ini terdapat 7 (tujuh) sungai atau sendang tetapi yang dapat dicapai dengan mudah hanya 4 (empat) sungai yaitu Sungai Puser Bumi, Sungai Jombor, Sungai Mawar dan Sungai Kantil.

Sungai Puser Bumi dan Jombor konon tersiar kabar, airnya mempunyai khasiat dapat digunakan untuk sarana segala macam tujuan menurut kepercayaan masing-masing. Sedangkan Sungai Mawar konon airnya jika untuk mandi atau mencuci muka, mempunyai khasiat bisa awet muda. Adapun Sendang kantil jika airnya untuk cuci muka atau mandi, maka niat atau cita-citanya akan mudah tercapai. Namun semua kembali lagi pada kepercayaan masing-masing.

Pada saat ini bagian yang telah dibangun baru Sendang Mawar dan Sendang Kantil sedangkan Sendang Jombor dan Sendang Puser Bumi masih alami dan masih belum ada penerangan serta licin jalannya. 

Goa Jatijajar pada tahun 1975 mulai dibangun dan dikembangkan menjadi Objek Wisata. Adapun ide untuk pengembangan Goa Jatijajar ini diprakarsai oleh Suparjo Rustam sewaktu menjadi Gubernur Jawa Tengah. Sedang pada waktu itu yang menjadi Bupati Kebumen adalah Supeno Suryodiprojo.

Pengembangan Goa Jatijajar ini ditunjuk langsung oleh Suparjo Rustam kepada CV AIS dari Yogyakarta, sebagai pimpinan dari CV AIS ini adalah Saptoto, seorang seniman deorama yang terkenal di Indonesia di masa itu. Sebelum Pemda Kebumen melaksanakan pembagunan Goa Jatijajar, terlebih dahulu Pemda Kebumen telah mengganti rugi tanah penduduk yang terkena lokasi pembangunan Objek Wisata Goa Jatijajar Seluas 5,5 hektare. 

Setelah Goa Jatijajar dibangun, pengelolaanya dipegang oleh Pemda Kebumen. Selain itu juga ditambahkan bangunan-bangunan seni seperti patung-patung atau deorama, pemasangan lampu listrik, trap-trap beton yang memberikan kemudahan bagi para wisatawan untuk masuk. 

Saat ini Goa Jatijajar menjadi salah satu objek alternatif wisata untuk penduduk di sekitaran kebumen. Hanya dengan Rp 10.000,- pengunjung sudah dapat menikmati keindahan Goa Jatijajar.



(Heru Bencex)



Tonton Juga


Sri Sultan Hamengku Buwono X Mengajak Untuk Laku Prihatin Dalam Pergantian tahun 2020 2021



Yogyakarta, (AuraGunungkidul.com) - Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menghimbau kepada seluruh masyarakat Yogyakarta untuk merayakan tahun baru 2021 dengan penuh prihatin. 

Dalam pergantian tahun ini Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak seluruh warga Yogyakarta untuk membatasi mobilitas dan merayakan tahun baru dirumah bersama keluarga.

"Pada tahun baru kali ini kita belajar untuk prihatin, mawas diri, evaluasi diri. Saya harap seluruh masyarakat, untuk tidak berpergian, berkumpul. Tetaplah kita saling menjaga satu sama lain dan membantu orang- orang yang terdampak Pageblug COVID 19,"Jelasnya.

Sri Sultan juga meminta agar seluruh masyarakat Yogyakarta untuk selalu meningkatkan rasa Tepo sliro, berdoa memohon kepada Tuhan di tahun yang batu ini, yakni 2021 akan menjadi tahun kebangkitan bagi kita semua.

Sementara itu Paku Alam  X Wakil Gubernur Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya mengajak masyarakat Yogyakarta untuk flash back kebelakang, Karena ditahan ini banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran. 

"Salah satu nikmat yang paling besar di masa Pageblug seperti saat ini adalah nikmat kesehatan. Semoga kita selalu senantiasa mendapat perlindungan dari yang maha kuasa dan ditahun 2021 nanti, akan lebih baik lagi dari tahun sebelumnya,"Pungkasnya.


(Redaksi)



Tonton Juga


Aneh Omah Tiban Muncul Di Desa Ini, Warga sekitar tidak tahu asal usulnya


 (AuraGunungkidul.com) - Sekitar 2 minggu lalu team reportase menerima informasi tentang keberadaan sebuah rumah kuno yang hingga kini warga sekitar tak tahu menahu asal usulnya, siapa sebenarnya si pembuat dan pemilik rumah yang ditemukan di antara gerumbul semak belukar di Padukuhan Tanjung RT 19 RW 04, Kalurahan Getas, Kapanewon Playen Gunungkidul.

Rumah yang ditemukan ini berbentuk 'Omah Bunder' (limasan) dengan kerangka kayu jati tua. Tiang, blandar, pengeret, suwunan dan usuk semuanya kayu jati tanpa ada bekas gergajian kecuali rengnya sudah mengalami penggantian. Semua masih murni hasil bentukan kapak (pethel). Ukuran kayunya juga tidak biasa seperti ukuran kerangka rumah pada umumnya. Lebih besar sekitar bulat 16an cm. Bahkan mungkin lebih. Bila dicermati keadaan kayunya maka diperkirakan usia rumah ini lebih dari 300 tahun.

Rumah ini sekarang ditempati oleh mbah Lasiyem (100an tahun) sebagai generasi atau keturunan dari penemunya. Menurut Sujono (50), anak semata wayang mbah Lasiyem yang tinggal di rumah yang bersebelahan, paling tidak ia sekarang adalah generasi ke-6 (udeg-udeg siwur) dari simbah penemu rumah ini.




"Simbahnya simbok itu bernama mbah Tirto Wijoyo, punya orang tua namanya mbah Pantes dan punya orang tua mbah Demplu. Kemungkinan besar mbah Demplu inilah penemu rumah ini. Ketika ditemukan di antara gerumbul semak belukar, di dalam rumah ini juga ada peninggalan sebilah keris dan tombaknya. Sekarang juga masih ada," jelas Sujono.

Rumah tiban ini sekarang sudah berkembang berbentuk cere gancet, ada penambahan bangunan kayu berbentuk limas juga sebagai serambi depannya. Rumah ini pun tergolong rumah tua dengan kerangka kayu berukuran yang tak kalah besarnya dengan omah tiban. Dibangun pada masa muda orang tuanya mbah Lasiyem. Bisa disimpulkan rumah ini pun sudah berusia lebih dari 100 tahun. Keadaan kedua rumah ini masih murni tanpa ada rehab yang bersifat permanen. Kondisi lantainya pun masih asli tanah. Dinding penutup keliling rumah masih berupa gebyog kayu. Cuma ada sedikit modifikasi kaca di jendela-jendelanya. Tapi betul-betul belum tersentuh pembenahan yang bersifat permanen

Menurut keterangan seorang pengurus Desa Budaya di lain Kalurahan, salah satu pilar sebuah desa atau kalurahan di DIY, dapat menyandang sebagai Desa atau Kalurahan Budaya adalah jika memiliki tata kelola lingkungan dan peninggalan arsitektural tradisional sebagai cagar budaya. Dan keberadaan sebuah rumah beradat Jawa yang masih murni tanpa ada rehab permanen dan berumur paling tidak lebih dari 100 tahun dapat dikategorikan menjadi salah satu pilar budayanya serta akan mendapatkan perhatian khusus dari dinas terkait sebagai wujud pelestariannya

Sangat disayangkan bila hal ini terbiarkan tanpa ada sentuhan pemerintah dan terabaikan dari segi pelestariannya maka kelak peninggalan leluhur seperti ini akan musnah ditelan zaman. Anak cucu generasi mendatang hanya akan mendapatkan cerita bahwa rumah tradisional Jawa, khususnya Yogyakarta bentuknya tinggal seperti di gambar atau foto, tidak dapat lagi melihat dalam wujud yang sebenarnya dengan kualitas bahan original yang digunakan


((SiRed)



Tonton Juga


Kurang berhati-hati, seorang pengendara sepeda motor tewas usai menabrak mobil pickup



SEMIN, (AuraGunungkidul.com) - Telah terjadi kecelakaan di seputaran jalan Semin-Cawas Kalurahan Bulurejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul pada Selasa (29/12/2020) sekitar pukul 20.30 malam. Akibatnya satu orang tewas dalam peristiwa ini.

Kecelakaan berawal saat sepeda motor berjenis Honda Scopy nopol AB 3995 CM yang dikendarai oleh Yudistira Bintang Samudra Setya (18) warga Padukuhan Pandanan Kalurhan Sumberejo, Kepanewon Semin melaju dari arah selatan dengan kecepatan tinggi. 

Sesampainya di lokasi kejadian, terdapat mobil jenis pick up L 300 nopol AD 1815 MR yang dikemudikan oleh Gunawan (41) warga Padukuhan Tobong, Kalurahan Sambirejo. Mobil tersebut hendak mundur kearah jalan raya, namun naasnya pengendara sepeda motor kaget dan tidak bisa menguasai laju kendaraannya.

 "Jarak yang terlalu dekat pengendara sepeda motor akhirnya Menabrak mobil yang sedang mundur tersebut,"Terang Kapolsek Semin AKP Arif Heriyanto.

Tabrakan keras mengakibatkan pengendara sepeda motor sempat terlempar beberapa meter dari sepeda motornya. Warga yang melihat kejadian ini, langsung melaporkan ke Kapolsek Kapanewon Semin. Setelah di bawah ke Rumah Sakit Cawas Klaten Jawa tengah korban tidak bisa terselamatkan nyawanya akibat pendarahan yang sangat hebat di lokasi kejadian kecelakaan. Kejadian kecelakaan ini sudah ditangani oleh Kanit lakalantas Polres Gunungkidul.


(Redaksi)



Tonton Juga


Malaysia Kembali Berulah Lagu Indonesia raya Diparodikan


(AuraGunungkidul.com) - 
Lagu kebangsaan Indonesia Raya dibuat parodi oleh sebuah akun Youtube dan viral di media sosial Facebook, Instagram dan grup WhatsApp. Aransemen serta lirik lagu Indonesia Raya diubah total dengan nada penghinaan.
.
Secara singkat, lirik lagu Indonesia raya yang diparodikan berisi penghinaan mulai dari Indonesia bangsa sial dan mundur. Dalam lagu juga terdapat  Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Soekarno ikut diparodikan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi sudah mengetahui kasus penghinaan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang diduga dilakukan oleh salah satu netizen asal Malaysia.

Dilansir dari Okezone.com Retno menuturkan, pemerintah Indonesia sudah melaporkan kasus ini ke Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Otoritas keamanan tersebut kini sedang melakukan penelusuran.

"Sudah dilakukan Kemlu dan KBRI di Kuala Lumpur," ucap Retno saat dihubungi wartawan, Minggu (27/12/2020)

Saat ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) telah berkoordinasi dengan Pihak kepolisian Diraja Malaysia untuk mengusut tuntas dan memburu pembuat konten terkait viralnya lagu Indonesia raya yang diparodikan tersebut.

Video dengan durasii 1.31 menit itu telah diposting oleh salah satu akun YouTube MY Asean sekitar dua pekan lalu . Dan sudah dilihat, 33 ribu viewers.

Di video tersebut, juga terdapat ayam berlambang Pancasila dengan latar belakang merah putih. Ada juga animasi anak yang sedang kencing.  Saat ini akun YouTube tersebut sudah dihapus karena mengandung unsur ujaran kebencian.


(GalineAs) 



Tonton Juga


Kandang sapi milik Sugiman ludes terbakar


Ponjong, (AuraGunungkidul.com) - Sebuah kandang sapi milik Sugiman warga Padukuhan Tengger, Kalurahan Sawahan, Kapanewon Ponjong ludes terbakar. Kebakaran terjadi pada Minggu (27/12/2020) sekitar pukul 13.15 siang.

Kebakaran berawal dari salah satu anggota keluarga, yang kala itu sedang membakar sampah sisa pakan sapi. Namun naas ketik sisa api belum sepenuhnya padam, sudah ditambahi tumpukan jerami sisa pakan. Akibatnya api membesar dan membakar seluruh kandang.

Kejadian kebakaran ini sempat membuat warga sekitar heboh. Warga pun lantas berinisiatif untuk memadamkan api secara manual dengan disirami air. Kurang dari satu jam api berhasil dipadamkan secara bergotong royong.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian yang dialami oleh Sugiman mencapai kurang lebih 1,5 juta rupiah. Dari hasil penyidikan kebakaran murni kelalian dari salah satu keluarga.


(Redaksi)



Tonton Juga


Forum Jogja Rembug Tepus Bantu Amankan Perayaan Natal Di Kapanewon Tepus


Tepus, (AuraGunungkidul.com) - Forum Jogja Rembug bersinergi dengan bhabinkamtibmas Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus gelar pengamanan ibadah natal di GKJ Pantekosta. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2020. Kegiatan Natal kali ini mengambil tema Bangkit dan menjadi terang.

Meskipun kegiatan Natal tahun ini dirayakan agak sedikit berbeda, yakin masih suasana pandemi COVID 19. Meskipun demikian namun tidak menyurutkan semangat jemaat gereja untuk beribadah.  Dengan dipimpin oleh pendeta Timotius Waluyo, para jemaat tampak khusyuk selama peribadatan berlangsung.

Heri selaku korlap dari FJR Tepus mengatakan bahwa kegiatan pengamanan yang dilakukan oleh FJR ini adalah sebagai wujud kepedulian FJR terhadap umat Nasrani yang sedang melakukan ibadah supaya tetap aman dan tentram.

"Kegiatan pengamanan Natal kali ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh setiap anggota FJR baik di Gunungkidul dan seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta,"Tambah Eko.

"Kami dari seluruh anggota Forum Jogja Rembug mengucapkan selamat hari natal dan tahun baru bagi yang merayakannya. Semoga kita semua akan menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik lagi,"Ucap Dalyono selaku ketua FJR Gunungkidul.


(Eko)



Tonton Juga


Pulanggeni Salurkan Amanah Dari Para Donatur



Yogyakarta, (AuraGunungkidul.com) - Ditengah kesulitan yang dihadapi karena pamdemi COVID 19, kembali Pulanggeni Lintas Ormas Komunitas Mengambil peran. Mereka mengadakan bakti sosial berbagi nasi box kepada para pekerja dan tuna wisma yang terdampak COVID 19 di area Wonosari, Jum'at 25 Desember 2020.

Abyan selaku perwakilan Pulanggeni mengatakan, "Bakti sosial berbagi nasi kotak ini sebagai wujud kepedulian dari Lintas Ormas Komunitas kepada para pekerja lepas yang terdampak COVID 19, seperti tukang becak, tukang parkir, pedagang kecil dan sebagian tuna wisma".



Kami dari Pulanggeni bersinergi dengan komunitas edccash serta para donatur lainnya memberikan sedikit rezeki untuk orang-orang yang membutuhkan," imbuhnya.

Selain berbagi nasi kotak, pada hari ini juga Pulanggeni menyalurkan bantuan lainnya yang merupakan amanah dari para donatur ke Ambar Rahayu Ningsih (21), penderita lumpuh karena folio dari sejak bayi yang beritanya telah beredar beberapa hari yang lalu, sebagai lanjutan pemberian bantuan berikutnya.

Abyan menambahkan, dirinya mewakili seluruh anggota Pulanggeni mengucapkan terima kasih kepada para ormas, komunitas serta para donatur bahwasanya selalu bersinergi di setiap Pulanggeni mengadakan giat sosial. 

Dirinya berharap agar nantinya pada kegiatan sosial kemanusiaan ke depannya bisa selalu terus bersinergi tebar kemanfaatan bersama.




(Hermawan)



Tonton Juga


Wonosumilir Spot Nongkrong Asyik di Yogyakarta


Karangmojo, (AuraGunungkidul.com) - Destinasi wisata baru Wonosumilir yang terletak di Padukuhan Gelaran I, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo ini menawarkan keindahan yang luar biasa bagi traveler yang suka Selfi. Sebab, tempat ini dibangun dengan tujuan sebagai penambah perbendaharaan lokasi wisata alternatif di Gunungkidul. Ancer-ancer tempat ini berada di sebelah utara goa Pindul. 

Dari kota Yogyakarta kurang lebih memakan waktu sekitar dua jam perjalanan. Sesampai di sekitaran goa Pindul, lanjut menuju ke destinasi ini, traveler mesti akan melewati hamparan sawah yang luas khas pedesaan yang pastinya akan memanjakan mata. Traveler yang datang juga akan menyeberangi sungai Oyo melalui sebuah jembatan gantung. Wah, sangat mengasyikkan.   

Sebenarnya puncak Wonosumilir ini sudah dirintis sejak Oktober tahun 2019 lalu namun baru mulai dilirik dan ramai dikunjungi wisatawan pada Agustus tahun 2020. Dikatakan puncak karena memang letaknya berada di atas perbukitan. Meskipun masih dalam suasana pandemi COVID 19, wisatawan tetap diperbolehkan mengunjungi tempat ini, dengan syarat tetap menerapkan protokol kesehatan. 



Toni Mardiantara selaku ketua pengelola Wonosumilir mengatakan bahwa sebelum menjadi destinasi pariwisata, dulunya tempat ini hanyalah perbukitan biasa milik kementrian perhutanan. Bahkan tempat ini digunakan oleh masyarakat setempat untuk bercocok tanam. Atas inisiatif warga yang dikoordinir Toni, pemerintah pun akhirnya memberinya ijin pengelolaan.

"Memang benar dulunya tempat ini merupakan perbukitan gersang yang dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk bercocok tanam. Namun seiring berjalannya waktu saya beserta masyarakat berunding dan berinisiatif untuk mengubah tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata baru di Gunungkidul," kata Toni.

"Ada beberapa spot yang kami tawarkan, salah satunya adalah spot foto Selfi dengan view pemandangan di sisi barat, utara dan timur. Untuk yang di sisi barat, pengunjung bisa berfoto dengan pemandangan sunset di sore hari, di sisi utara terdapat pemandangan hamparan hutan yang hijau memukau sedangkan di sisi timur pengunjung juga bisa berburu sunrise di pagi hari," imbuhnya.



Seperti namanya, kata "Wono" dalam bahasa Jawa memiliki arti "Hutan" sedangkan "Sumilir" diartikan semilir angin. Jadi jika digabungkan, tempat ini memiliki arti hutan yang bersemilir anginnya. Bukit Wonosumilir saat ini sedang viral di media sosial Instagram, Facebook dan YouTube. Bahkan para content creator Gunungkidul banyak yang mengeksplor tempat ini dikarenakan rasa penasarannya yang tinggi dan instagramable banget tempatnya.

Tak heran jika mulai banyak pengunjung hanya untuk sekedar bersantai wedangan sambil menikmati suasana syahdu khas pedesaan. Bahkan di akhir-akhir ini, pengunjung yang datang perharinya bisa mencapai lima ratusan orang kurang lebihnya. Berhubung masih baru, masuk ke obyek wisata ini masih tidak dikenakan biaya alias gratis. Hanya saja jika traveler ingin berkontribusi dalam pembangunan dan peningkatan fasilitas destinasi wisata ini, traveler bisa memasukkan uang melalui kotak yang sudah disediakan tepat di depan pintu masuknya. 

Tempat ini sangat cocok untuk bersantai ria bersama keluarga, teman bahkan rombongan sambil menghilangkan penat dari hiruk-pikuk perkotaan. Para traveler bisa melihat sunset di sore hari sambil menikmati jajanan khas pedesaan seperti gorengan, singkong rebus dan aneka penganan tradisional lainnya yang tersedia di warung yang dikelola oleh ibu-ibu PKK setempat.

Pun tak kalah,  jika di malam hari berkunjung ke sini, traveler dapat melihat hamparan pemandangan luas dengan gemerlap lampu yang akan menjadikan suasana menjadi sangat syahdu.





(Hermawan)



Tonton Juga


Exsplor Candi Risan Bersama Cucu HB 8 GRM Kukuh Hertriasning


SEMIN, (AuraGunungkidul.com) - Bukan untuk pertama kalinya keberadaan tentang candi Risan di Semin, Kabupaten Gunungkidul diekspos di berbagai media masa. Kali ini team reportase Smart News berkesempatan akan sedikit melaporkan hasil eksplorasi lebih dalam tentang candi ini bersama GRM Kukuh Hertriasning, cucu Sri Sultan HB VIII yang lebih familiar dipanggil dengan sebutan 'ndoro Aning'.

Sebagai seorang pemerhati budaya dan pelestariannya, ndoro Aning kerap kali melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang sudah berlabel situs, baik dalam kategori pra sejarah (sebelum Masehi) maupun sudah masuk dalam masa sejarah di Gunungkidul ini. Pun tak cukup itu, beliau masih mendatangi tempat-tempat yang masih disinyalir sebagai petilasan-petilasan para leluhur yang belum tersentuh pengelolaannya oleh dinas kebudayaan. Puluhan bahkan ratusan tempat seperti ini di Gunungkidul.

Sebagaimana kita ketahui, sebagian besar leluhur sejak zaman Mataram kuno hingga kerajaan-kerajaan yang pernah menorehkan sejarah di tanah Jawa, memiliki keterkaitan dan keterikatan dengan Gunungkidul. Sebagian melakukan sesirih laku prihatin dan sebagian lainnya karena menjadi pelarian sebab adanya peperangan atau kekacauan di suatu kerajaan. Tercatat dalam sejarah, mulai dari Pajajaran di Jawa Barat hingga Majapahit dan kerajaan lainnya di Jawa Tengah serta Jawa Timur. Seperti legenda para putri Brahmana Parahyangan yang diutus dan menetap di Gunungkidul yang akhirnya menurunkan tokoh raja-raja di tanah Jawa. Lain waktu kita akan membahas ini.

Kembali ke candi Risan, dalam wawancaranya ndoro Aning mengungkapkan keprihatinannya. Meski candi Risan sudah berpredikat sebagai situs resmi di bawah pengelolaan dinas terkait namun dalam pengamatan ndoro Aning menunjukkan bahwa situs ini tidak menunjukkan keterawatannya.




"Kondisinya sangat memprihatinkan. Semoga ada tanggapan dari pemerintah kabupaten atau provinsi, dinas purbakala atau kebudayaan untuk dapat lebih merawatnya karena situs ini adalah bagian dari sejarah peradaban manusia," ungkapnya.

Perlu diketahui bahwa material candi Risan berbeda dengan candi pada umumnya yang berbahan batu hitam andesit yang berasal dari endapan lahar gunung berapi. Candi Risan berbahan dasar batu putih atau karst. Baik bangunan, pelataran hingga arca-arcanya. Dengan tekstur yang lebih lunak dibanding dengan batuan andesit maka batuan karst lebih rentan terkikis dan hancur sebab terkena terik matahari dan hujan. Untuk itu, seharusnya candi Risan yang umurnya diperkirakan lebih tua dari candi Borobudur ini perlu perhatian dan perlakuan khusus yang lebih. Ditambah menurut keterangan warga bahwa sudah banyak arca-arca yang dicuri orang.

Candi Risan ini merupakan candi dengan bentuk Vihara yang merupakan tempat suci dalam beribadah umat Budha. Kondisi candi ini sekarang kurang dapat dikenali sebagai bentuk bangunan lazimnya sebuah candi. Diperkirakan pada waktu gunung Merapi meletus hebat pada tahun 1006 M, hingga memusnahkan sebagian peradaban manusia di pulau Jawa, candi ini pun turut terkena dampaknya. Candi ini mulai terungkap dengan cara diketemukan kembali oleh Ponco Semitro, simbah dari Hadi Pranolo alias Samijo (80an tahun), juru kunci yang sekarang.

"Dulu yang menemukan candi ini adalah mbah saya Ponco Semitro, dia seorang pertapa. Waktu ditemukan bangunan candi masih terlihat tinggi, belum hancur seperti ini. Di atasnya masih ada arcanya," jelas Samijo.

Asal usul nama asli candi ini pun masih misteri, hingga sekarang belum diketemukan bukti nyata berupa prasasti atau semacamnya. Hanya ketika diketemukan Ponco Semitro, dikarenakan lokasi candi merupakan area perbatasan antara kedaulatan Kasultanan Yogyakarta dan wilayah Kasunanan Surakarta maka tersebutlah nama 'irisan' (potongan). Hingga akhirnya tempat ini terkenal dengan nama 'Candi Risan'.

Beberapa warga sempat menemukan bagian-bagian candi yang nilainya sangat berharga, diantaranya berupa arca-arca yang berbahan tembaga di sekitaran candi.

"Saat ini arca-arca tembaga itu sudah diamankan di kapanewon (kecamatan). Kemudian di sisi pelataran lainnya pernah dilakukan observasi penggalian oleh dinas purbakala dan diketemukan semacam kolam pemandian," imbuhnya.

Sangat disayangkan apabila peninggalan budaya dan bukti sejarah seperti ini kurang dirawat secara intensif oleh pihak-pihak yang memangku kepentingan. Mengingat rentannya material candi yang digunakan dan sistem keamanan yang tidak maksimal. Masih banyak hal yang bisa dilakukan semua pihak, termasuk warga masyarakat demi harta yang tak ternilai harganya untuk diwariskan ke anak cucu di masa yang akan datang.


(Heru Susanto)



Tonton Juga


Tak kuat menanjak truk bermuatan pasir terguling


Tepus, (AuraGunungkidul.com) - Sebuah truk ber nomor polisi AD 8532 BJ yang bermuatan pasir terguling di ruas jalan Tanjakan Towati, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Selasa (22/12/2020) pagi tadi. Akibatnya kejadian tersebut menyebabkan arus lalulintas di tanjakan towati menjadi tersendat.

Kronologi kejadian berawal saat Ana Riyanto (25) warga Padukuhan Piyuyon, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, sekitar pukul 09.00 WIB mengemudikan truk berjenis dump bermuatan pasir tersebut melaju dari arah barat menuju Tepus. Sesampainya di lokasi kejadian tepatnya di Padukuhan Singkil truk  tidak kuat menanjak.  

Meskipun sang supir sudah mencoba mengendalikan kendaraannya, namun truk tidak kuat menanjak dan akhirnya berjalan mundur. Truk kemudian terguling ditengah jalan dan seluruh pasir muatanya tumpah ke jalan.

"Penyebab truk terguling disebabkan karena kelebihan muatan,"Kata AKP Mursidiyanto saat dikonfirmasi.

"Kejadian ini tidak menimbulkan korban. Sopir beserta kernetnya berhasil menyelamatkan diri,"imbuhnya.

Polsek setempat beserta warga bahu membahu dalam proses evakuasi truk terguling tersebut. Evakuasinya sendiri sempat memakan waktu kurang lebih sekitar satu jamanan.

(Redaksi)



Tonton Juga


Hendak Berlibur ke Indrayanti Sebuah Bus Nyasar dan Nyungsep ke Sawah gara-gara mengikuti Google maps


Yogyakarta, (AuraGunungkidul.com) - Bus pariwisata yang mengangkut rombongan wisatawan dari Surabaya menuju Yogyakarta mengalami nasib apes pada Minggu (20/12/2020). Pasalnya bus yang berpenumpang sekitar 40 orang itui nyungsep ke sawah sedalam 2 meter gara-gara mengikuti petunjuk google maps.

Didik Santoso selaku pengemudi bus dengan nomor polisi B 7428 BGA , membawa rombongan wisatawan dari Surabaya. Ia berangkat sekitar pukul 00.00 WIB. Para rombongan wisatawan tersebut akan berlibur ke pantai Indrayanti kabupaten Gunungkidul. 

Meskipun Didik yang merupakan sang supir pernah mengantar ke Gunungkidul, namun ia tidak begitu hafal medan jalan menuju pantai Indrayanti ini . Akhirnya sang sopir pun memanfaatkan kecanggihan teknologi berupa google maps untuk menuju wisata pantai Indrayanti.

"Gara-gara mengikuti google maps saya malah nyasar ke sawah-sawah. Kala itu google maps menunjukkan ke arah terdekat pantai tapi malah kesasar di sawah Banjarejo,"Katanya.

"Jalanya tiba-tiba menyempit sehingga kaca bus bagian belakang mengalami pecah akibat menyenggol pohon,"imbuhnya. 

"Bus yang saya kendarai hampir terperosok ke dalam sawah sekitar 2 meter gara-gara ingin menghindari kabel,"jelasnya.

Saat kejadian seluruh penumpang di evakuasi turun dari bus sehingga bus yang terperosok tidak sampai ke dalam sawah warga. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kejadian bus nyasar ini membuat warga sekitar terheran-heran dan akhirnya menjadi tontonan warga.  Proses evakuasi bus ini memerlukan waktu yang cukup lama yaitu kurang lebih sepuluh jam. Sebanyak lebih dari lima mobil off road dikerahkan dengan dibantu warga sekitar untuk evakuasi bus tersebut.

(Redaksi)



Tonton Juga


Pawon purba tempat makan di bawah Gunung Api Purba Nglanggeran



Yogyakarta, (AuraGunungkidul.com) - Sempat terdengar kasak-kusuk tentang kehadiran sebuah kafe dan resto yang tak sepi pengunjung meski menyajikan menu masakan purba, tepatnya di sisi barat laut Kabupaten Gunungkidul, dari jalan Jogja - Wonosari, sekitar daerah Putat menuju ke utara, nyempil di area persawahan di kaki gunung 'Nglanggeran'.


Setiba di lokasi ini, pengunjung langsung disuguhi view pemandangan yang sangat menakjubkan. Sebuah gunung api yang telah lama jutaan tahun silam non aktif terpampang menjulang tepat di depan mata. Sangat gagah dan indah. Didukung udara sejuk yang sangat menyegarkan. Memanjakan mata, melegakan rongga dada dan mengendurkan urat saraf yang penat. Sebuah bonus gratis mengikuti kehendak hati memburu sajian kuliner purba.


Ya, di lokasi wisata Nglanggeran yang telah terkenal inilah, kafe dan resto yang menyuguhkan menu masakan purba berada. Tempat ini bernama 'Pawon Purba'. Selain berdekatan langsung dengan gunung api purba, tempat, bahan dan racikan bumbu yang ditawarkan juga berkonotasi purba semua. Segala pernak-perniknya, mulai dari penataan tamannya, rumah dengan gaya limasan, seting dekorasi, furniture, perabot masak dan makan minum serta menu sajiannya dengan nuansa purba alias tradisional. Begitulah konotasi jadul yang dibangun oleh pemilik kafe dan resto ini. Walaupun sebenarnya tidak mengarah ke pengartian purba yang pra sejarah. Bisa repot dong jika seumur dengan dinosaurus.



"Kami menggunakan nama 'Pawon Purba' karena memang tungku utama memasak kami menggunakan pawon yang bahan bakar utamanya adalah kayu bakar. Selain juga bermaksud untuk mengangkat masakan khas 'ndeso' dan lokasi yang berada di kaki gunung api purba, agar konsumen mudah mengingat warung makan ini," ungkap Titi selaku owner menerangkan.


"Request utama yang sering dipesan pengunjung adalah thiwul, belalang goreng, jangan lombok ijo (sayur lombok ijo) dan sebagainya," imbuhnya.


Selain itu menu yang biasa tersaji di dalam kuali-kuali tanah liat antara lain brongkos, mangut lele, mercon kikil, gudeg daun pepaya, oseng jamur, balado jengkol, sambal bawang, sambal lombok ijo, tahu tempe bacem, ayam bacem, nasinya pun ada nasi merahnya langsung ambil dari dalam kukusan di atas pawon dan lain-lain item tradisional yang sangat menggugah selera

Suguhan minumannya juga khas ndeso. Teh gula batu tersaji dalam poci, cangkir dan nampan tanah liat. Berbagai jenis kopi asli juga tersedia, termasuk empon-empon dan aneka minuman olahan susu. Kafe dan resto yang juga menyiapkan penginapan model home stay ini buka setiap hari mulai pagi hingga jam 20.00 malam, kecuali Senin libur. Sejauh ini pengunjung merasa puas dan kecanduan untuk datang lagi.


"Masakan khas ndesonya sangat enak. Tempatnya juga sangat nyaman, nuansa ndeso juga," jelas Beni dari Sukoharjo yang datang langsung beserta keluarganya, telah empat kali jauh-jauh ke warung ini.


So, cukup menggiurkan bukan untuk dijadikan referensi para pemburu kuliner sambil berwisata ke lokasi 'Banyu Langit' (lagu alm. Didi Kempot). Harganya? Pasti harga ndeso juga. Bila bingung karena nyempil tempatnya, tinggal buka googlemaps, langsung nongol deh.



(Heru Susanto)



Tonton Juga


Pesona Watu Giring Semanu Sport Foto Terbaik di Gunungkidul



Semanu, (AuraGunungkidul.com) - <Sudah bukan rahasia lagi, Gunungkidul menjadi salah satu daerah di Yogyakarta yang menawarkan sejuta keindahan alamnya. Letaknya yang dikelilingi oleh barisan pegunungan seribu membuat daerah ini memiliki banyak sekali potensi alam yang memanjakan mata wisatawan. Sebut saja wisata alam hingga wisata budaya. 

Wisata alam menjadi andalan pariwisata Gunungkidul karena memang bentang alam yang dimiliki menyimpan beraneka ragam keindahan dan pesona tersendiri. Tak heran jika banyak wisatawan yang rela menempuh perjalanan panjang hanya untuk menikmati wisata alam di Kota Gaplek ini. 



Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul periode Januari-Agustus 2020, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 78,67% berkunjung ke objek wisata di Gunungkidul. Hal ini membuktikan bahwa potensi wisata di Gunungkidul memiliki daya tarik terhadap turis manca. 

Mayoritas wisatawan mancanegara memiliki ketertarikan terhadap objek wisata alam seperti pantai, goa atau bahkan situs sejarah. Salah satu alternatif pilihan objek wisata alam yang bisa dikunjungi adalah objek Wisata 'Watu Giring'.


Wisata Watu Giring merupakan objek destinasi yang terbentuk dari batu kapur. Area ini dulunya merupakan bekas tambang batu yang dimanfaatkan untuk membuat giring, yaitu batu yang dibentuk menjadi persegi panjang untuk digunakan sebagai pondasi dalam membuat rumah atau bangunan oleh masyarakat pada zaman dulu.

Setelah ditinggalkan seiring majunya era, tempat ini menyisakan relief batuan yang berbentuk menyerupai pura atau candi yang sering ditemui di Bali. Hal ini secara tak sengaja menjadikan objek ini sangat menarik. Letaknya sangat strategis yaitu di Pacarejo, Semanu, searah dengan objek wisata Telaga Jonge yang juga telah terkenal, membuat wisatawan yang ingin berkunjung mudah untuk mencapai tempat ini. 

Wisatawan dapat berkunjung di objek wisata ini bersama teman atau pun keluarga. Bahkan tempat ini sering digunakan sebagai setingan untuk melakukan foto pre wedding atau hanya sekedar selfie bersama. Sehingga sering juga disebut dengan wisata selfie. Waktu terbaik untuk mengambil foto adalah sekitar pukul 15.00 WIB yaitu saat sinar matahari sudah mulai condong ke arah barat. 

Selain itu, apabila cuacanya bagus, pengunjung juga bisa dimanjakan dengan keindahan matahari tenggelam dan view kegagahan Gunung Merapi di sebelah utara. Bagaimana, apakah kalian tertarik menghabiskan waktu akhir pekan untuk berkunjung ke Wisata Watu Giring?


(Dika Indo))



Tonton Juga


Pantai Spanjang Merupakan Pantai Terpanjang di Gunungkidul


TANJUNGSARI, (AuraGunungkidul.com) - Gunungkidul adalah salah satu Kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang kaya akan destinasi pariwisata, mulai dari wisata puluhan pantai, goa, agro wisata, wisata budaya, desa wisata serta situs-situs sejarah tinggalan para leluhur.

Salah satu destinasi wisata yang patut anda kunjungi bersama keluarga adalah Pantai Sepanjang. Pantai ini terletak di Padukuhan Ngalos, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. Jika ingin berkunjung ke sana, anda harus menempuh kurang lebih 2 jam perjalanan dari pusat kota Yogyakarta. 

Memasuki wilayah pantai anda harus membayar retribusi sebesar 10.000 rupiah per orang dan sudah dapat memilih bebas deretan pantai yang ada. Begitu pula dengan parkirnya 3.000 rupiah untuk kendaraan roda dua dan 4.000 rupiah untuk kendaraan roda empat. Selaras dengan namanya. Sepanjang memang memiliki garis pantai yang cukup panjang. Bahkan pantai ini merupakan pantai terpanjang di kabupaten Gunungkidul.

Kondisi alam di Pantai Sepanjang masih sangat terjaga kelestariannya. Dengan hijaunya pohon palem dan ribuan pohon pandan sehingga menambah suasana yang asri. Jika anda berkunjung ke sana, anda tak perlu repot-repot untuk membawa bekal karena di sepanjang garis pantai disediakan kios-kios yang menjual makanan khas Gunungkidul dengan harga yang terjangkau

Memasuki wilayah pantai anda harus membayar retribusi sebesar 10.000 rupiah per orang dan sudah dapat memilih bebas deretan pantai yang ada. Begitu pula dengan parkirnya 3.000 rupiah untuk kendaraan roda dua dan 4.000 rupiah untuk kendaraan roda empat. Selaras dengan namanya. Sepanjang memang memiliki garis pantai yang cukup panjang. Bahkan pantai ini merupakan pantai terpanjang di kabupaten Gunungkidul.

Kondisi alam di Pantai Sepanjang masih sangat terjaga kelestariannya. Dengan hijaunya pohon palem dan ribuan pohon pandan sehingga menambah suasana yang asri. Jika anda berkunjung ke sana, anda tak perlu repot-repot untuk membawa bekal karena di sepanjang garis pantai disediakan kios-kios yang menjual makanan khas Gunungkidul dengan harga yang terjangkau. 

Ingin menikmati panorama pantai lebih lama lagi, anda tak perlu khawatir ingin tidur di mana. Karena di daerah tersebut sudah disediakan tempat penginapan home stay yang cukup beragam pilihannya. Jika ingin menyatu dengan alam anda juga bisa berkemah di camping ground yang telah disediakan. Berwisata ke pantai ini, wisatawan tidak perlu mengkhawatirkan perihal fasilitas karena di sini banyak sekali fitur yang disediakan oleh pihak pengelola dan pemerintah.


(Redaksi)



Tonton Juga


Lembaga Kursus dan Pelatihan Nusa Indah Gelar Uji kompetensi Tata Busana



PLAYEN, (AuraGunungkidul.com) - Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Nusa indah gelar uji kompetensi tata busana, Selasa, 15 Desember 2020. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang konsen dalam pengembangan bidang tata busana di Kabupaten Gunungkidul.

Enni Prasetyo, SP selaku pimpinan lembaga Nusa indah mengatakan, kegiatan uji kompetensi ini diadakan untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi persaingan ekonomi yang semakin ketat. Selain itu ujii kompetensi tata busana perlu dibentuk supaya peserta didik lebih bisa belajar secara mandiri dalam mengembangkan keterampilan yang dimilikinya.

"Untuk saat ini kami mengelar uji kompetensi tata busana yang telah di ikut sekitar 20 peserta didik dari usia 17-20 tahun"l,"Terang Enni.

"Dalam uji kompetensi tata busana ini yang kami ujikan kepada para peserta didik adalah kemampuan dasar menjahit, penyelesaian, finishing dalam satu pembuatan prodak pakaian,"Tambahnya.

Pada tahun 2015 lembaga kursus dan pelatihan kerja Nusa Indah pernah mendapatkan juara 3 tingkat nasional sebagai lembaga berprestasi. Hal ini tentunya bisa membawa nama Gunungkidul lebih terangkat lagi. 

"Alhamdulillah pada tahun 2015 kita mendapatkan juara tiga tingkat nasional sebagai lembaga berprestasi. Sedangkan pada tahun 2018 kita juga mendapat juara ke dua kusus instruktur rias pengantin,"Tutur Enni. 

" kita bersama Direktorat bisa berkunjung ke Singapura untuk melihat sekaligus belajar dengan lembaga-lembaga pelatihan kerja di sana,"Pungkasnya.

(Redaksi) 



Tonton Juga


Kronologi Kecelakaan lalulintas Di Jalan Playen-Dlingo



PLAYEN, (AuraGunungkidul.com) -Dedi Trihartanto pemuda warga Padukuhan Puntuk Kulon, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen meninggal dunia usai menabrak mobil pickup yang parkir di pinggir jalan. Kejadian kecelakaan terjadi di Padukuhan Dengok IV, Kalurahan Dengok, Kapanewon Playen, Selasa (15/12/2020) malam.

Informasi yang berhasil dihimpun kecelakaan melibatkan dua kendaraan yakni sepeda motor Honda Vario Nopol AB 3285 BW yang dikendarai Dedi, dengan mobil Suzuki Carry Nopol AB 8932 AT yang dikemudikan Tumiran (36) warga Dlingo I, Kalurahan Dlingo, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul.

Kecelakaan berawal saat sepeda motor Honda Vario melaju dari arah timur menuju barat. Sesampainya di lokasi kejadian tepat pada jalan lurus ada sebuah mobil pickup parkir di pinggir jalan. Jarak yang terlalu dekat pengendara motor Vario tidak sempat menghindar, akhirnya menabrak mobil pickup yang telah parkir tersebut.

"Kejadian ini terjadi sekitar pukul 19.15 WIB. Ketika terjadi tabrakan, sempat menghebohkan masyarakat Dengok,"Jelas Gembyong sebagai saksi.

Akibat dari kecelakaan ini, motor Honda Vario mengalami ringsek pada bagian depan. Sedangkan korban dilarikan ke RSUD Nurohman. Namun sayang, ketika sampai di Rumah Sakit' korban meninggal dunia. Penyebab dari peristiwa ini adalah kurangnya konsentrasi saat berkendara.


(Redaksi)



Tonton Juga


Forum Jogja Rembuk Gelar Bakti Sosial Untuk Keluarga Bapak Mulyadi Yang Telah Mengalami Kebakaran Rumah Beberapa Waktu lalu



PURWOSARII, (AuraGunungkidul.com) - Forum Jogja Rembuk (FJR) korwil Gunungkidul gelar bakti sosial untuk korban kebakaran rumah pak Mulyadi Warga Padukuhan Watugajah, Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari, Minggu (13/12/2020).

Diberitakan sebelumnya bahwasanya rumah Mulyadi mengalami kebakaran pada beberapa waktu lalu sekitar pukul 09.00 pagi. Akibatnya seluruh bangunan rumah habis dilalap si jago merah. Meski tidak ada korban jiwa, namun Mulyadi menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, Forum Jogja Rembuk (FJR) korwil Gunungkidul menyalurkan donasi dari rekan-rekan FJR dan juga para donatur untuk membantu pembangunan rumah Mulyadi yang telah terbakar tanpa sisa. Hal ini telah disampaikan oleh Simbah selaku korlap dari FJR Purwosari.

Eko selaku wakil FJR Gunungkidul menjelaskan, dirinya dan seluruh anggota FJR siap membantu untuk pelaksanaan pembangunan rumah Mulyadi ini. Dirinya merasa prihatin atas apa yang telah menimpa keluarga Mulyadi.

"Kami merasa prihatin atas insiden kebakaran yang telah menimpa keluarga bapak Mulyadi ini. Insyaallah kami dari rekan-rekan FJR siap membantu dalam pelaksanaan pembangunan rumah nanti,"Terang Eko.

Dikatakan lebih lanjut Dalyono selaku ketua dari FJR Korwil Gunungkidul menghimbau agar masyarakat selalu waspada dan berhati-hati dalam pemasangan instalasi kabel listrik. Dirinya dan tim telah siap bersinergi dengan pemerintah setempat untuk menjalankan proses rehab rumah keluarga pak Mulyadi.

(Kontributor Eko)



Tonton Juga


Viral Di Gunungkidul Ternyata Ada Keraton Gaib Jenggolo Manik



Playen, (AuraGunungkidul.com) - Beberapa waktu yang lalu team Smart News mendapatkan info akan keberadaan sebuah keraton gaib yang bernama Jenggolo Manik dari warga sekitar area tersebut. Cukup mengagetkan juga karena selama ini belum pernah terdengar kabar seperti ini bahkan sempat muncul cerita bahwa beberapa orang yang melakukan tetirah di tempat tersebut sering mendapatkan perhiasan emas. Tidak sabar untuk membuktikan kebenaran informasi ini maka team pun segera meluncur ke sana.

Sedikit di luar dugaan, rute menuju lokasi setelah dari jalan utama Playen - Dlingo Kabupaten Bantul, tepatnya di Padukuhan Getas, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan bebatuan menembus kawasan perkebunan warga hingga mobil harus terhenti karena lokasi harus dijangkau dengan berjalan kaki di tengah 'mbaon' (perkebunan yang menyerupai hutan). Kondisi ini menguatkan asumsi kenapa selama ini keberadaan keraton gaib ini tidak terdengar keluar.


Setelah beberapa saat perjuangan menguak rimbunan tanaman bahkan tanpa adanya jalan setapak, akhirnya sampailah team di lokasi dimaksud. Tampak beberapa kelompok bebatuan berujud seperti pelataran. Ada satu buah pelataran batu yang paling besar dan menurut nara sumber disinyalir sebagai pintu gerbang utama masuk ke dalam keraton.

Ini adalah pintu gerbang utama masuk ke dalam keraton Jenggolo Manik, di sebelah sini ada gentong besar dan siwurnya (gayung)" ungkap Munawar yang lebih familiar dipanggil Gembyong sambil menunjuk ke sisi kirinya.

Bila diamati secara kasat mata maka perwujudan pelataran batu ini tampak biasa saja. Tidak menunjukkan adanya tanda-tanda atau bekas sebuah bangunan kuno. Tidak ada ornamen atau motif dekorasi apapun layaknya sebuah keraton. Biasa dan alami saja. Namun aura yang dapat dirasakan seluruh anggota team sangatlah besar. Seperti ada suatu energi yang terpancar di seluruh lokasi tersebut.

"Justru malah orang luar daerah Gunungkidul yang sering nepi ke sini. Ada yang mendapatkan emas. Tapi ada juga yang bila tidak diijinkan oleh penghuni keraton, sepulang dari sini emasnya menghilang dan kembali lagi ke tempat ini," imbuh Gembyong.


Bila dikabulkan justru seseorang sehabis dari sini bisa mendapatkan emas di perjalanan pulangnya, iya emas asli," ia menambahkan. 

Di lokasi ini menurut Gembyong tumbuh sebuah pohon gaib yang sangat besar yang bila dilihat ujungnya sampai tidak tampak saking tingginya. Dan beberapa nama penghuni keraton ini yang sempat ia ketahui bernama 'Joko Slewah' dan 'Panglima Gagu'.

"Perlu pengetahuan yang lebih untuk mengungkap keseluruhan misteri keberadaan keraton gaib Jenggolo Manik ini," aku Gembyong.

Manusia dan jin adalah sama-sama makhluk ciptaan Allah. Hidup berdampingan di dunia yang sama namun berbeda dimensi. Sangat bijak bila alam ini harus terus dipelihara dan dilestarikan demi keharmonisan yang akan diwariskan ke anak cucu di kemudian hari.


(AB Suyanto)



Tonton Juga